haaaaii para sahabat sahabat autis yang gue sebut autisious haha *maksa. gue mau bagi-bagi info ke kalian semua tentang "DE JAVU". mungkin sebagian dari lo pada bertanya-tanya dan menerka-nerka apa itu de javu. yaudah langsung aja. info ini gue dapet dari mbah google yang super duper lengkap. yuuu cuuuuuss!!
lo pasti pernah ngerasain ketika lo ngelakuin suatu hal lo ngerasa kegiatan itu udah pernah lo alamin sebelumnya. lo pasti berusaha berpikir sekeras mungkin untuk mengingat kapan lo ngalamin hal itu. lo rasa lo pernah mimpiin kegiatan yang lagi lo lakuin itu. tapi lo ga inget kapan lo mimpiinnya. ini dia yang di namakan DE JAVU.
Déjà vu berasal dari bahasa Prancis yang artinya "pernah lihat". Maksudnya, mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. menurut penelitian, 70% orang didunia pernah mengalami hal ini.
Kesamaan
pengalaman dalam déjà vu ini bersifat keseluruhan, hingga setiap detail
terkecil, mirip sekali dengan yang pernah dialami seseorang di masa
lampau. Tapi pengalaman ini selalu disertai dengan perasaan tidak
nyata.deja-vu-brain
Pengalaman déjà vu biasanya dibarengi dengan perasaan “sudah kenal” atau
“sudah tahu” atau merasa “sudah pernah Mengalami”. Sering kali déjà vu
menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan karena manusia seperti
dipaksa secara tidak sengaja untuk menyaksikan potongan film
kehidupannya yang mungkin menyeramkan, ganjil, atau bahkan tidak masuk
akal. Biasanya pengalaman ini berhubungan dengan mimpi walaupun
dibeberapa kasus secara jelas pengalaman ini “pernah benar terjadi
sebelumnya”.
Venomena
ini (Deja vu) pertama kali di temukan dan diungkapkan oleh seorang
ilmuwan Perancis yang bernama Emile Boirac yang telah mempelajarinya
pada tahun (1851-1917) dan dibukukan yang berjudul “L’Avenir des
sciences Psychiques” yang ditulisnya pada saat dia mengenyam pendidikan
di University of Chicago.
menurut salah satu teori, de javu ini terjadi ketika
sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan
dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh
sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada
sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal
dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan
Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu
melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.
Déjà vu
juga terjadi dalam berbagai bentuk ada yang hanya bisa mengingat secara
samara-samar, ada yang hanya mengingat lokasi kejadian, dan ada pula
yang mengingat hal-hal yang sangat mendetail. Secara garis besar, déjà
vu terdiri dari empat jenis yakni:
1. Déjà Vu
Déjà vu jenis ini yang paling banyak terjadi dimana kita pernah
merasakan suatu kondisi yang sama sebelumnya dan yakin pernah terjadi di
masa yang lampau dan berulang kali. Sering kali pada saat itu individu
akan diikuti oleh perasaan takut, rasa familiar yang kuat, dan merasa
aneh.
2. Déjà Vécu
Perasaan yang terjadi pada Deja Vecu lebih kuat daripada déjà vu. Deja
vecu seseorang akan merasa pernah berada dalam suatu kondisi sebelumnya
dengan ingatan yang lebih detail seperti ingat akan suara ataupun bau.
3. Déjà Senti
Déjà Senti adalah fenomena “pernah merasakan” sesuatu. Suatu ketika kamu
pernah merasakan sesuatu dan berkata “Oh iya saya ingat!” atau “Oh iya
saya tahu!” namun satu dua menit kemudian sadar bahwa sebenarnya kamu
tidak pernah berbicara apa pun.
4. Jamais Vu
Jamais Vu (tidak pernah
melihat/mengalami) adalah kebalikan dari déjà vu. Kalau déjà vu
mengingat hal-hal yang sebenarnya belum pernah dilakukan sebelumnya,
Jamais Vu lain lagi. Tipe déjà vu semacam ini justru tiba-tiba
kehilangan memorinya dalam mengingat sesuatu hal yang pernah terjadi
dalam diri. Hal ini bisa terjadi karena kelelahan otak.
5. Déjà Visité
Déjà vu tipe ini lebih menitikberatkan pada ingatan seseorang akan
sebuah tempat yang belum pernah ia datangai sebelumnya tapi merasa
pernah merasa berada pada lokasi yang sama. Déjà Visité berkaitan dengan
tempat atau geografi.
ya ini dia yang bisa gue informasikan ke lo lo semua tentang DE JAVU.